Category: Info Poker

Baru umur 17 tahun sudah hobi main poker online

17 tahun hobi poker online
Masalah hobi memang tidak ada batasan umur, baik hobi olahraga, musik, termasuk hobi main judi. Sejak populernya permainan texas holdem poker di situs facebook, poker online telah menjadi hobi hampir semua orang.

“Ini deadline hari ini. Segera kerjakan biar tidak perlu lembur.”
Kata-kata itu hampir aku dengar setiap hari dari atasanku. Bekerja di sini memang seolah tidak ada habisnya. Selesai mengedit satu buku, masih ada banyak buku lain yang harus diedit supaya bisa segera terbit.
Menjadi seorang editor di sebuah percetakan mungkin bukan cita-citaku. Tunggu dulu. Apa cita-citaku? Bila aku pikirkan kembali ternyata aku tidak memiliki cita-cita. Tapi bila aku ingat aku yang remaja memang melakukan semua semaunya. Saat masih sekolah dulu ingin rasanya cepat lulus dan bekerja. Namun, sekarang ternyata aku ingin kembali remaja. Aku ingin kembali bersekolah.
“Mayaa.. bangun sudah jam berapa ini”
Teriak ibuku membangunkan.
“Tunggu 5 menit lagi bu, masih ngantuk”
“Apa-apan kamu ini, sudah siang nanti kamu terlambat sekolah”
“Sekolah?”
Teriakan ibu seketika membuatku terkaget sampai-sampai rasa kantuk yang semula menguasaiku hilang seketika.
“Aku masih sekolah?
“Kamu ini baru 17 tahun sudah pelupa, sana mandi jangan main poker online terus.”
Apa yang terjadi. Aku sekarang kembali remaja? Semalam sewaktu berangkat tidur aku sadar aku baru saja pulang bekerja. Tapi sekarang?
Aku segera bangun, mandi lalu berangkat sekolah. Ibu berteriak kembali menyuruhku untuk sarapan. Tetapi entah, sekarang aku merasa semangat sekolah. Aku memperhatikan guru yang menerangkan dengan baik. Semua terasa beda. Aneh.
“Hey May, kamu salah makan apa? Kamu sekarang rajin banget. Dari tadi nulis semua yang dijelasin guru. Seperti bukan kamu”
Sahabat dekatku Dewi yang selalu jadi teman semejaku merasa heran. Biar semua berkomentar apa. Aku tidak ingin melewatkan masa-masa ini lagi. Saat pulang sekolah aku masih merasa tidak percaya. Sampai tiba waktu tidur, ada sedikit rasa takut kalau nanti aku akan kembali dewasa menjadi Maya umur 23 tahun yang bekerja sebagai editor. Apakah semua ini mimpi?
Pagi harinya, aku kembali bangun. Aku tidak percaya aku masih remaja. Ini bukan mimpi? Aku kembali ke sekolah. Saat pelajaran bahasa Indonesia aku dan teman-teman mendapat tugas mereview sejumlah bacaan mulai dari majalah, koran, sampai kamus dan memperhatikan penggunaan bahasanya.
“Aduh ngantuk banget kalau dapet tugas gini. Kenapa sih kita harus dapat tugas ini, mana bacaannya banyak banget. Gak kebanyang yang kerjanya jadi penulis atau editor di sebuah pokerclub. Gak kuat”
Keluh seorang temanku.
“Bener banget aku gak mau kalau jadi editor situs poker online.”
Mendengar keluhan teman-temanku tanpa disadari aku menjawab dengan jawaban yang membuat semua teman kaget keheranan.
“Memangnya kenapa jadi editor? Tugas editor gak mudah tau. Tanpa editor buku atau bacaan yang kamu baca bisa kurang nilainya. Kalau kamu gak mau jadi editor ya udah sih, aku mau jadi editor.”
Tunggu dulu, apa aku sedang gila? Sebelumnya aku mengeluh dengan pekerjaan editor, tapi Maya remaja ingin jadi editor? Pasti aku gila. Aku memikirkan kegilaanku sampai malam dan akhirnya tertidur. Aku bermimpi menjadi editor dan aku menikmati profesiku. Dalam mimpi aku sadar betul ibuku berbisik.
“Pekerjaan apapun itu baik bila dilakukan dengan niat baik.”
Jadi manakah yang merupakan mimpi? Maya umur 17 atau 23? Tidak peduli bagian mana yang merupakan mimpi, tapi aku bangga dengan profesiku. Ya Maya yang sekarang usia 23, seorang editor di sebuah percetakan buku.

Incoming search terms:

  • gambar 17 tahun
  • foto 17 tahun
  • 17 tahun com
  • anggita sari main poker
  • di umur 17
  • 17 tahun
  • http://pokerqq288 com/baru-umur-17-tahun-sudah-hobi-main-poker-online/
  • ¹7 tahun
  • foto bugil anggita sari
  • foto bugil umur 17 tahun
Continue Reading

Bidadari Judi Poker Di Gerbong Kereta Api

bidadari poker
Sebuah kereta api di dalamnya terdapat sebuah arena perjudian cukup lengkap, dari mulai permainan roulette sampai judi poker, bola setan, dadu, ceme, sampai qiu-qiu ada. Dalam sebuah kesempatan itu saya bertemu dengan seorang wanita berparas sangat cantik sedang bermain poker di salah-satu meja judi dalam gerbeong kereta api itu.

“Tuuut tuuuutt….”
Suara kereta seketika menerobos keramaian dalam deretan gerbong berjalan. Roda-roda besi berdetak dan berputar seirama di atas rel yang seolah tidak ada ujungnya menemani perjalananku. Udara dalam gerbong yang terasa pengap nyatanya membuat aku merasa kesal. Namun, perasaan itu tiba-tiba hilang ketika ada yang menghampiri dan menyapaku. Seorang bidadari.
“Permisi mas mau tanya.”
Suara lembut seorang bidadari menyapa dan melenyapkan rasa kesalku.
“Iya mbak, ada apa?”
“Saya ingin ke alamat ini, sebaiknya turun di stasiun mana ya mas?”
Sembari menunjukkan selembar kertas kecil dan akupun membaca tulisan di atasnya dengan seksama.
“Kebetulan sekali mbak. Mbak bisa turun bareng saya di stasiun Kertosono.”
“Oh terima kasih mas.”
Mungkin bisa dibilang dewi fortuna sedang berpihak padaku. Entah darimana bidadari judi poker cantik ini datang dan menghampirku. Secara kebetulan kursi penumpang kami pun berjejeran.
Paras bidadari di sampingku sungguh menawan, apalagi dengan balutan kain merah muda yang menutup mahkotanya. Tiba-tiba saja ada perasaan penasaran yang menggodaku. Aku benar-benar ingin tahu siapa dia. Karena grogi aku pun merasa haus. Aku mengambil botol air mineral yang ada di meja kereta. Tidak lupa aku menawarkan pada Dinda, bidadari cantik di sampingku yang kini kuketahui namanya pasca berkenalan. Dinda pergi ke Madiun untuk mengunjungi neneknya.
Kami saling bertukar cerita selama perjalanan. Setelah bercerita ini itu siapa sangka ternyata Dinda tidak hanya cantik tetapi juga humoris. Aku dibuat kagum hanya dalam hitungan menit. Dalam hati ada harapan aku bisa mengenalnya lebih dekat, kalau boleh sampai memasuki hatinya.
“Jadi mas Dika mau pulang kampung?”
“Iya selagi ada kesempatan libur panjang, kangen rumah,”
Tidak pernah kukira kami bisa cepat akrab satu sama lain. Meski baru bercerita tentang aktivitas masing-masing ada rasa nyaman.
Di tengah perjalanan bidadari di sampingku terkantuk dan tertidur. Saat Dinda tertidur waktu terasa panjang. Perjalanan terasa lama sekali. Bangku penumpang di depan kami kosong setelah seorang pria turun di stasiun Mojokerto. Aku berganti tempat duduk. Sekarang aku duduk di depan Dinda. Bukan apa-apa. Karena aku ingin agar Dinda bisa rebahan lebih leluasa. Setelah duduk di depannya semakin jelas wajahnya yang memikat. Rasanya tangan ini begitu dingin. Mengapa perasan kagum selalu muncul saat aku melihatnya. Apalagi melihat sang Bidadari Judi Poker yang sedah tertidur. Ada kepolosan yang terpancar dari paras manisnya.
“Tut tuuut…”
Lamunanku buyar ketika Dinda terbangun dan bertanya.
“Sudah sampai mana ini mas?
“Sebentar lagi sampai, Dinda siap-siapin semua barang yang dibawa aja.”
Rasa sesak datang. Sepertinya ada kesedihan dan ketakutan akan perpisahan. Tidak lama setelahnya kereta berhenti di stasiun tujuan kami. Apakah kesempatan ini harus aku lepas begitu saja? Aku tidak ingin perkenalan kami berhenti sampai di sini. Akhirnya aku memberanikan diri mengajaknya bertukar nomor telepon. Aku mengantarkan Dinda mencari becak untuk mengantarkannya ke alamat yang dia tuju. Setibanya di pangkalan becak, dengan berat hati aku mengucapkan selamat tinggal. Namun, dalam hati tetap ada harapan semoga akan ada pertemuan manis selanjutnya yang kami janjikan di sebuah kantor milik situs poker online yang aku kelola. Sebuah kenangan indah tak terlupakan buatku bertemu Bidadari Judi Poker Di Gerbong Kereta Api, di stasiun senen Jakarta Pusat.

Incoming search terms:

  • kereta bidadari
  • bidadari poker
  • bidadaripoker
  • bidadaripoker online
  • foto sexy telanjang judi poker di tempat perjudian
  • kereta sedah
  • permainan strip poker
  • permainan stripe poker
  • tuuuutt suara kereta memecah
Continue Reading